Produksi Sawit Indonesia Mengalami Peningkatan

 Ekonomi

JAKARTA – Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) memperkirakan produksi minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) RI di tahun 2019 akan tumbuh 4-5 persen.
Adapun total produksi sepanjang tahun lalu mencapai 47,43 juta ton.

Ketua Umum Gapki Joko Supriyono mengatakan, peningkatan produksi di tahun ini tidak akan sebesar tahun lalu yang cukup tinggi dibandingkan biasanya (anomali).

“Biasanya siklusnya tidak begitu. Tahun lalu agak anomali, produksinya naik sampai 4 juta ton. Biasanya produksi naik 1,5-2 juta ton setiap tahunnya,” ujar Joko dalam konferensi pers di Hotel Grand Sahid Jaya, Rabu (6/2/2019).

Sejalan dengan itu, Joko juga memproyeksi ekspor tahun ini akan tumbuh di kisaran 4 persen.

“Insya Allah ya, tergantung produksinya,” imbuhnya.

Data terbaru Gapki menunjukkan, total ekspor CPO dan produk turunannya, biodiesel serta produk oleochemical membukukan kenaikan sebesar 8% sepanjang tahun lalu menjadi 34,71 juta ton.

Joko menjelaskan, konsumsi CPO dalam negeri yang akan naik di tahun ini untuk memenuhi program mandatori B20 serta percepatan program B30 kemungkinan akan menurunkan ekspor.

Adapun sepanjang tahun lalu, penyerapan produk CPO dan turunannya di dalam negeri mencapai 13,4 juta ton, termasuk untuk produksi biodiesel.

“Indonesia sudah menjadi konsumen terbesar sawit. Kalau B30 bisa terwujud lebih cepat dan PLN bisa cepat menyerap biodiesel sekitar 2,4-2,5 juta KL tentu pasar domestik akan lebih besar dan lebih kuat dari tahun lalu,” jelasnya.

Hal ini penting karena industri sawit tanah air ingin memperkuat posisi tawar Indonesia dalam perdagangan sawit global.

No Responses

Leave a Reply