Pilpres 2019, Rakyat Maluku Golput

 Nasional, Politik

Jakarta, Indonesiaxpost – Paparisa Perjuangan Maluku (PPM) menggagas Gerakan Maluku Golput_Pilpres 2019. Menurut Koordinator PPM Adhly Fadhly, banyak ketimpangan yang rakyat Maluku rasakan terkait kebijakan-kebijakan pemerintah pusat. “Berdasarkan kenyataan-kenyataan tersebut, pada tahun politik ini, PPM mengajak rakyat Maluku untuk golput pada pemilihan Presiden 2019,” terang Adhy, lewat surat elektronik yang dikirim ke indonesiaxpost.id, Kamis (24/1/2019).

Berikut pernyataan PPM terkait dengan Gerakan Maluku Golput_Pilpres 2019:

Gerakan Maluku Golput_PILPRES 2019, yang kita canangkan dan akan dideklarasikan di seantero tanah Maluku merupakan sikap protes kita terhadap segala bentuk ketidakadilan dan kedzhaliman negara terhadap rakyat Maluku. Jadi jangan salah diartikan dengan interpretasi dangkal, kita harus realistis terhadap kondisi kekinian Maluku, yang secara nyata diabaikan oleh negara.

Sedikit saya mengingatkan tentang awal kemunculan gerakan golput di negara ini pada tahun 1971 yang dilakukan para kelompok pemuda menjelang pemilu tahun itu, yang diakibatkan gerakan-gerakan kaum muda yang gagal dalam menyuarakan keadilan serta kebenaran. Ini sama dengan Gerakan Maluku Golput_Pilpres 2019 yang kami gagas, akibat dari sikap pemerintah yang selalu mengabaikan suara – suara dari Maluku, terutama persoalan keadilan yang rakyat Maluku harapkan.

Kami yakin, rakyat Maluku sebagian besar akan meresponi gerakan ini, sebab rakyat kecil sangat merasakan gejolak-gejolak ketidakadilan negara melalui sejumlah regulasi yang sangat tidak berpihak pada kepentingan rakyat Maluku, terutama dalam hal peningkatan taraf hidup masyrakat. Bisa kita lihat akumulasi ketidakadilan negara terhadap rakyat Maluku, sehingga di Kabupaten Maluku Tengah pernah terjadi targedi kelaparan sehingga mengakibatkan korban jiwa, dengan kejadian ini kami mempertanyakan di mana negara saat itu.

Belum lagi pembagian DAU dalam APBN yang masih tetap memakai indikator jumlah penduduk dan luas daratan, sehingga cara ini adalah bentuk kedzhaliman negara terhadap daerah-daerah yang berkarakteristik aquatik, dimana luas laut lebih besar dari daratan, salah satunya adalah Maluku.

Dari sisi jumlah penduduk, Maluku sangat kecil dibandingkan dengan daerah-daerah Jawa, namun dari aspek SDA Maluku berlimpah dan ini dimanfaatkan oleh negara tanpa mengedepankan unsur keadilan bagi Maluku sebagai pemilik kekayaan itu. Ini semua yang mendorong munculnya Gerakan Maluku Golput_Pilpres 2019.

Pemerintah saat ini lebih memilih/membiarkan permainan politik identitas untuk kepentingan kekuasaan, perlu digaris-bawahi, politik identitas yang beraroma sara adalah virus yang dapat menghancurkan peradaban kita, bangsa Maluku dan itu tidak akan pernah kita biarkan.

Memilih dan dipilih adalah hak politik setiap warga negara yang dijamin dalam konstitusi. Jadi dengan segala bentuk ketidakadilan dan kedzhaliman yang terjadi, maka kami rasa Gerakan Maluku Golput_Pilpres2019 adalah sikap dan pilihan yang tepat bagi rakyat Maluku pada 17 April 2019 mendatang.

Rakyat tidak perlu takut atas semua tekanan maupun opini untuk melemahkan sikap Golput kita. Ketika Golput menjadi pilihan kita, maka kita tidak peduli dengan siapa yang akan memenangkan pertarungan nanti. Keinginan kami dengan Gerakan Maluku Golput_Pilpres 2019, apapun hasilnya, rakyat Maluku akan menjadi pemenangnya.

Ditandatangani oleh Fungsionaris PAPARISA PERJUANGAN MALUKU (PPM_95DJAKARTA)

Fadhly Achmad Tuhulele
Koordinator

E.Teterisa
Eksekutif Infokom.

*man

No Responses

Leave a Reply