Perdagangan Emas Eropa Naik

 Ekonomi

CHICAGO – Emas berjangka di divisi Comex New York Mercantile Exchange memperpanjang kenaikannya pada akhir perdagangan Selasa waktu setempat (Rabu WIB), didorong oleh dolar Amerika Serikat (USD) yang semakin melemah.

Mengutip Antara, Rabu, 10 April 2019, kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Juni naik USD6,40 atau 0,49 persen menjadi USD1.308,30 per ons. Ketika USD melemah, emas yang dihargai dalam USD biasanya akan naik, karena menjadi lebih murah bagi investor yang memegang mata uang lainnya.

Indeks USD, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, turun 0,06 persen menjadi 97,00 pada pukul 17.24 GMT, tak lama sebelum penyelesaian perdagangan emas. USD melemah terhadap rival-rival utamanya karena sentimen pasar tertekan oleh perkiraan suram tentang pertumbuhan global oleh Dana Moneter Internasional (IMF).

Jika ekuitas turun, investor akan terpikat pada emas yang dinilai sebagai salah satu aset safe haven, sehingga meningkatkan daya tarik untuk emas berjangka.

Adapun logam lainnya, perak untuk pengiriman Mei turun 0,5 sen AS atau 0,03 persen menjadi USD15,211 per ons. Sedangkan platinum untuk pengiriman Juli turun sebanyak USD13,60 atau 1,49 persen, menjadi USD899,30 per ons.

Sementara itu, indeks Dow Jones Industrial Average turun 190,44 poin atau 0,72 persen, menjadi 26.150,58 poin. Indeks S&P 500 berkurang 17,57 poin atau 0,61 persen menjadi 2.878,20 poin. Indeks Komposit Nasdaq turun 44,61 poin atau 0,56 persen, menjadi 7.909,28 poin.

Saham American Airlines turun hampir 1,68 persen, setelah perusahaan pada Selasa 9 April memangkas pedoman pendapatannya untuk kuartal pertama, karena larangan terbang yang berlarut-larut dari jet Boeing 737 Max.

Namun saham Walt Disney naik 1,65 persen, karena lembaga keuangan terkemuka AS, Cowen, menaikkan peringkatnya pada raksasa hiburan menjadi outperform dari market perform mengutip sentimen positif. Sembilan dari 11 sektor utama S&P 500 diperdagangkan lebih rendah di sekitar penutupan pasar, dengan sektor industri turun 1,4 persen.

IMF pada Selasa 9 April menurunkan perkiraan pertumbuhan global untuk 2019 menjadi 3,3 persen dalam laporan World Economic Outlook (Prospek Ekonomi Dunia) yang baru dirilis, turun 0,2 poin dari estimasi pada Januari.

IMF mengatakan ekonomi dunia menghadapi risiko-risiko penurunan yang disebabkan oleh ketidakpastian potensial dalam ketegangan perdagangan global yang sedang berlangsung, serta faktor-faktor spesifik negara dan sektor lainnya.

Di sisi ekonomi, lowongan pekerjaan AS menurun ke level terendah dalam hampir satu tahun, memicu kekhawatiran atas perlambatan pertumbuhan ekonomi. Jumlah lowongan pekerjaan turun menjadi 7,1 juta pada hari kerja terakhir Februari, Biro Statistik Tenaga Kerja AS mengatakan.

No Responses

Leave a Reply