Pemilu 2019 Tidak “Berkualitas”?

 Nasional, Opini


MASA kampanye telah dimulai September dan akan berakhir minggu kedua April 2019 nanti, namun sangat disesalkan suasana kampanye Pilpres maupun Pileg masih berisikan janji-janji dan saling sindir. Ini merupakan potret buram menjelang pesta demokrasi 2019 nanti.
Sejauh ini belum terlihat perang konsep dan program yang nantinya bermanfaat untuk rakyat Indonesia. Materi-materi kampanye masih berputar pada plus minus pemerintah dengan pola menyindir tanpa hadirkan konsep yang konstruktif. Belum lagi dampak dari black campaign yang masih didominasi isu sara ini sangat tidak mendidik.
Bisa kita jumpai pada media soial yang ada, bagimana rakyat terutama para generasi milenial terdoktrin oleh opini-opini sesat yang kesemuanya itu berimbas pada kehidupan bermasyarakat yang aman, nyaman dan damai. Ini harus diperhatikan,sehingga kedepan materi-materi kampanye yang diharapkan ada perang konsep yang positif dan konstruktif.
Jangan biarkan rakyat tidak memiliki pilihan sehingga golput menjadi solusi, sebab tidak ada satupun para kontestan Pemilu 2019 menghadirkan konsep positif yang nantinya sangat bermanfaat bagi rakyat.
Salah satu indikator kegagalan Pemilu 2019 adalah rakyat digiring dalam sistim politik beraroma sara terutama para kaum milenial yang mana 60-70% masih menerima secara mentah opini dan issue yang dimainkan sehingga ini sangat berbahaya bagi kelangsungan kehidupan berbangsa dan bernegara yang sangat menjunjung tinggi toleransi.
Capres-Cawapres maupun para caleg harus bisa menghadirkan konsep serta program yang positif bagi rakyat. Jangan gunakan issue serta opini-opini sesat untuk mencapai kekuasaan. Begitu juga para caleg yang akan berkompetisi dalam Pemilu 2019 tinggalkan pola jadul yaitu janji manis sebab rakyat bukan pihak yang berhak atas janji manis, melainkan pihak yang berhak mendapatkan realisasi dari konsep dan program yang efektif bagi kelangsungan hidup mereka.
Berdasarkan uraian di atas, saya menilai, Pemilu 2019 akan gagal dari aspek esensi pemilu itu sendiri, sebab yang diperlihatkan hanya saling menyalahkan tanpa solusi konkrit yang positif, begitu juga masih penuh dengan janji-janji yang sebenarnya tidak diyakini bakal ditepati oleh para pembuat janji sendiri. *

Fadhly.A.Tuhulele, PENGAMAT POLITIK VOXPOL NETWORK (VPN-INDONESIA)

No Responses

Leave a Reply