Pelaku Penusukkan Di Palembang Akhirnya Tertangkap Setelah Bersembunyi 3 Hari

 Kriminal

PALEMBANG – Hairul (40), warga Lorong Bugis, Kecamatan Ilir Timur II, Palembang dan rekannya Guntur (29), warga Lorong Pasundan, Kelurahan Lawang Kidul, Kecamatan IT II, Palembang diringkus anggota kepolisian unit Tekab 134 Satreskrim Polresta Palembang.

Keduanya diringkus pada Jumat (26/4) sore di kediaman masing-masing. Di mana pertama petugas kepolisian meringkus Hairul lantaran sudah melakukan aksi penusukan terhadap korban bernama Muhammad Jamil (28), warga Jalan Slamet Riyadi, Lorong Karang Kuang Darat, Kelurahan 10 Ilir, Palembang pada Selasa (23/4) dinihari.

Kemudian petugas meringkus Guntur yang diduga turut dalam aksi yang dilakukan pelaku Hairul dengan cara memukuli korban.

Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka tusuk di perut dan beberapa luka memar, dan membuat korban terpaksa melaporkan kejadian tersebut ke Polresta Palembang, atas tindak pidana pengeroyokan.

Kasat Reskrim Polresta Palembang, Kompol Yon Edi Winara, SIK, melalui Kanit Tekab 134 Iptu Tohirin, membenarkan pihaknya berhasil meringkus dua pelaku tindak pidana pengeroyokan.

“Satu pelaku melakukan penusukan bernama Hairul, sedangkan satu pelaku lain, diduga ikut mengeroyok korban. Saat ini keduanya masih dalam pemeriksaan unit Reskrim,” ujarTohirin, Sabtu (27/4/2019).

Diungkapkan Tohirin, peristiwa kejadian berawal saat korban dan pelaku bertemu di kawasan Kelurahan 10 Ilir.

Di mana menurut keterangan pelaku Hairul, korban datang dan langsung menerjang mobil milik teman pelaku Hairul bernama Anton.

“Saat itu, pelaku yang tidak senang serta dalam keadaan mabuk, langsung melakukan penusukan dan pengeroyokan terhadap korban. Barang bukti yang diamankan, ada satu bilah senjata tajam jenis pisau yang digunakan pelaku Hairul saat menusuk korban. Jika terbukti, kedua pelaku dikenakan pasal 170 KUHP, dengan ancaman di atas 5 tahun penjara,” tegasnya.

Sedangkan, di tempat yang sama pelaku Hairul, mengakui atas aksinya tersebut yang sudah melakukan penusukan terhadap korban yang merupakan teman dekatnya.

“Dia (korban –red) itu, teman dekat saya juga . Karena sama-sama lagi keadaan mabuk, jadi saya spontan menusuknya Pak,” ungkap residivis kasus pembunuhan dengan kurungan penjara 20 tahun ini.

No Responses

Leave a Reply