Pameran Produk Digital di Bali Creative Industri Center

 Ekonomi

Bali, —Balai Diklat Industri Denpasar bersama Digital Innovation Lounge (Dilo) Denpasar kembali menggelar pameran produk digital bertajuk Acara Kampung IT BCIC 2018 untuk meningkatkan minat generasi muda menjadi wirausahawan industri kreatif.

Acara ini ditarget akan mendatangkan hingga 300 orang dengan menyajikan serangkaian kegiatan mulai dari lomba ide bisnis digital, seminar, parade film animasi hasil program Teaching Factory Produksi Film, hingga pameran produk industri digital dan kerajinan kreatif.

Adapun peserta pameran adalah mahasiswa perguruan tinggi multimedia, industri digital dan kerajinan kreatif, asosiasi perangkat lunak dan animasi, komunitas developer software games, alumni inkubator bisnis Tohpati, dan pegiat industri kreatif digital.

Kegiatan dilaksanakan selama dua hari yakni dari Jumat (4/5/2018) sampai Sabtu (5/4/2018) di Gedung Animasi Lantai 1, Komplek Bali Creative Industri Center.

Kepala Balai Diklat Industri Denpasar Paryono mengatakan, sebagai hasil kegiatan, enam tim dengan ide terbaik dari Lomba Ide Bisnis yang diadakan di acara ini akan dibina lebih lanjut dalam program Multimedia, Animation, and Digital Incubation (Made In) Bali melalui inkubator bisnis Tohpati Balai Diklat Industri Denpasar. Selama 3 tahun ini, MADE IN telah meluluskan 24 startup bisnis digital yang tersebar di Bali.

“Kegiatan sudah dilakukan secara rutin selama tiga tahun terakhir dan diharapkan bisa meningkatkan minat generasi muda untuk menjadi wirausahawan di bidabg industri kreatif, agar mampu menciptakan lapangan kerja baru, mengurangi tingkat pengangguran, dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah,” katanya, Jumat (4/5/2018).

Pada acara pameran ini, beberapa startup di Bali berkumpul menampilkan produknya mulai dari aplikasi pengolah sampah, marketplace untuk petani rumput laut, hingga e-commerce booking hotel.

Sekretaris Jenderal Kementerian Perindustrian Indonesia Haris Muhandar mengatakan Bali merupakan wilayah yang sangat terkenal dan potensial untuk melahirkan tenaga kreatif yang juga didukung oleh pesona kearifan lokal. Sebab, sebagai kawasan pariwisata, banyak persoalan yang dapat dipecahkan masalahnya melalui kolaborasi dengan industri kreatif.

“Saya pikir Bali akan lebih cepat berkembang karena dari sisi kreatif orang Bali sangat kreatif, kalau kita lihat di sini potensinya sangat luar biasa,” katanya.

Industri kreatif merupakan salah satu sektor yang diprioritaskan oleh Kementerian Perindustrian mengingat penyerapan tenaga kerja yang cukup besar mencapai 13% dari total tenaga kerja nasional. Sehingga, ekonomi Kreatif ditempatkan pada posisi ke-4 dari 10 sektor ekonomi dalam kategori jumlah tenaga kerja.

Data juga menunjukkan industri kreatif memiliki peningkatan kontribusi yang signifikan terhadap perekonomian nasional dengan rata-rata sebesar 10,14% per tahun dengan kontribusi terhadap PDB nasional mencapai 7,8%.

Sementara secara nasional, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menargetkan pertumbuhan sektor industri kreatif menjadi pada 2018 sebesar 5,67% dengan kontribusi terhadap perekonomian nasional sebesar 18,6%.

No Responses

Leave a Reply