Organisasi Guru Protes Penggundulan

 Pendidikan
[otw_is sidebar=otw-sidebar-6]

 

YOGJAKARTA – Polres Sleman akhirnya menghadirkan tiga tersangka yang bertanggung jawab atas tragedi siswa SMPN 1 Turi yang hanyut saat susur Sungai Sempor, Donokerto, Turi, Sleman pada Jumat (21/2). Tragedi itu mengakibatkan 10 siswi tewas. Foto: Para tersangka SMPN 1 Turi. Tampak mereka berpenampilan gundul (Jauh Hari Wawan S)
Sementara itu, Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) juga mengecam perlakuan polisi terhadap para guru SMPN 1 Turi ini. FSGI menilai polisi berlebihan.

“Pihak kepolisian jangan terlalu berlebihan: menggelandang; memamerkan guru di depan media, digunduli, dan perlakuan selayaknya pelaku kriminalitas berat. Sebab itu berpotensi akan menggiring opini masyarakat bahwa Tersangka Guru adalah pelaku kejahatan berat,” kata Sekjen Heru Purnomo dalam keterangan tertulisnya, Rabu (26/2/2020).

Selain itu, Heru mengatakan bahwa seharusnya polisi menghormati guru. Menurutnya, polisi tidak perlu sampai mempermalukan tampilan para guru ini.

“Seharusnya pihak kepolisian memberikan perlindungan dalam bentuk menghormati dan menghargai tampilan tersangka di depan publik dengan tidak mempermalukan tampilannya dalam bentuk digunduli seperti pelaku kriminal berat,” jelas Heru.

Lebih lanjut, Heru menegaskan bahwa para pembina pramuka ini merupakan terduga penyebab musibah. Bukan pelaku kriminal seperti pembunuh atau pemakai narkoba.

“Sebab guru serta pengurus Kwartir Pramuka tersebut terduga penyebab musibah, bukan pelaku kriminal laiknya pembunuh, pemakai narkoba, atau begal,” tegas Heru.

Baca juga:
Aksi Heroik Kodir-Rois Selamatkan Siswa SMPN 1 Turi Diganjar Penghargaan
Sebelumnya, polisi telah menetapkan tiga tersangka dalam tragedi susur sungai SMPN 1 Turi. Mereka adalah Isfan Yoppy Andrian (36), Riyanto (58) dan Danang Dewo Subroto (58). Ketiganya sudah ditahan oleh polisi dengan memakai baju tahanan dan kepala gundul plontos.

“Dari hasil pemeriksaan, kami menilai perannya ada pada ketiga sosok yang kita tetapkan sebagai tersangka. Jadi ketiganya ini sebagai Pembina Pramuka di SMPN 1 Turi,” ujar Wakapolres Sleman Kompol M Akbar Bantilan saat rilis kasus di Mapolres Sleman, Selasa (25/2/2020).

Akibat kelalaian itu polisi menjerat ketiga tersangka dengan dua pasal. Yakni pasal 359 KUHP dan 360 KUHP. Sementara itu, Isfan Yoppy mewakli tersangka lain meminta maaf sembari menangis.

“Yang pertama-tama saya mengucapkan permohonan maaf yang sebesar-besaranya kepada instansi saya SMPN 1 Turi, karena atas kelalaian kami terjadi hal seperti ini. Yang kedua kami sangat menyesal dan memohon maaf kepada keluarga korban terutama keluarga korban yang sudah meninggal,” ujar Isfan Yoppy.(*””)

[otw_is sidebar=otw-sidebar-7]

Related Post

    No internet connection No internet connection

No Responses

Leave a Reply