Mukernas PPP Sebagai Upaya Penyelamatan Paslon 01

 Politik

JAKARTA – Terpilihnya Suharso Monoarfa sebagai Pelaksana tugas Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP), mendapat apresiasi karena dapat dengan segera menyelesaikan dinamika internal partai. Hanya saja, keputusan tersebut dinilai hanya untuk mengamankan dukungan terhadap calon presiden dan wakil presiden nomor urut 01, Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin.

“Untuk segera mengamankan dukungan ke Jokowi, karena di lapangan PPP tidak menunjukkan kekompakan dalam mendukung capres,” kata pengamat politik Universitas Indonesia Yon Machmudi saat dihubungi, Kamis (21/3).

Dia mengaku pesimistis, Suharso dapat melakukan konsolidasi partai guna menghadapi pertarungan pada Pemilu Legislatif (Pileg). Menurutnya, Suharso tidak dapat menjawab kebutuhan partai akan nakhoda baru yang dapat mengantarkan partai sukses dalam Pileg.
Padahal kemenangan dalam Pileg lah yang akan menentukan masa depan partai berkambang kakbah tersebut.

“Sosok Suharso cocok untuk konsolidasi Pilpres, tetapi kurang bisa diharapkan dalam menyatukan partai,” kata Yon.

Dalam pidatonya di hadapan pengurus DPW se-Indonesia, Suharso mengajak semua elemen partai untuk melakukan instrospeksi diri setelah kasus-kasus mendera partainya. Dia menilai, para kader telah meninggalkan substansi gambar kakbah yang dijadikan lambang partai.

“Maka saya mengajak semua intrsospeksi, melihat apa sebenarnya yang salah dari kita. Mungkin ada sesuatu yang membuat kita dihukum, mudah-mudahan tidak,” kata Suharso dalam pidatonya di hadapan pengurus DPW se-Indonesia di Hotel Sentuni, Cisarua, Bogor, Rabu (20/3).

Menurut dia, PPP merupakan partai yang punya posisi kuat di pentas sejarah politik Indonesia. Namun kekuatan PPP terus menurun dalam beberapa pemilu terakhir.

“Tapi kita jauh dari Kakbah. Kita ingat Kakbah hanya saat umroh, haji, dan solat saja,” kata dia.

No Responses

Leave a Reply