Mukerwil II Parmusi DKI Jakarta Digelar

 Metropolitan

Jakarta – Musyawarah Kerja II Persaudaraan Muslimin Indonesia (Parmusi ) DKI Jakarta digelar Minggu (25/2) bertempat di rumah ketua wilayah Parmusi DKI Jakarta.

Mukerwil ke II Parmusi DKI Jakarta yang digelar tersebut dirangkaikan dengan pelantikan PW Parmusi, PW LDP dan Laskar Parmusi serta peresmian sekretariat Parmusi DKI Jakarta.

Hadir dalam Mukerwil II Parmusi DKI Jakarta sekjen Parmusi Pusat Ir. H. Abdurrahman Assegaf. Mukerwil II Parmusi DKI Jakarta mengambul tema ” Melalui Mukewil II peresmian Kantor Parmusi DKI Jakarta, kita ciptakan organisasi yang solid, tangguh dan berkesinambubgan “.

Mukerwil II Parmusi ini diikuti oleh Pengurus harian, LDP dan muslimat Parmusi, dan PD Parmusi se DKI Jakarta, sebut Ambardi, selaku ketua panitia.

Sementara itu, ketua PW Parmusi DKI Jakarta Drs.H. Syamsudin. Dalam pengarahannya ketua Parmusi DKI Jakarta mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu moment untuk mempersatukan seluruh komponen pemgurus baik yang ada dilevel bawah.

Acara mukerwil kali ini sebagai upaya didalam menjabarkan program dari Pimpinan Pusat. Didalam membangun masyarakat, maka masyarakat yang cerdas serta masyarakat yang kaya. Kecerdasan dan kekayaan ekonomi yang dapat pembangunan masyarakat dapat terwujud, ujarnya.

Sementara itu, sekjen PP Parmusi Ir. H. Abdurrahman Assegaf mengatakan bahwa Parmusi sebagai organisasi islam harus bisa tampil kedepan. Setelah mengalami kevakuman, maka pada tahun 2017 Parmusi tampil kembali dengan semangat perubahan, ujarnya.

Pada tahun itu merupakan tahun politik, tapi parmusi tidak menuju kearah itu. Untuk itu biarlah mereka yang berpolitik, kita tinggal menikmati saja. Maka kita kejar akherat nanti akan dapat dunia, tegasnya lagi.

Ini merupakan perjuangan bagi parmusi yang sangat berat. Orang yang masuk surga adalah orang yang beriman, bukan orang islam, jangan bermain-main dengan keimanan.

Di tahun 2018 merupakan tahun dakwah, parmusi harus bergerak dengan cepat sekalipun masih terlambat dengan berbagai keterbatasannya. Kita jangan mengabaikan persoalan-persoalan politik, namun kita harus tanggap melihat peluang yang ada didepan mata.

Paham-paham komunis memang sudah padam, melainkan paham yang dikembangkan oleh Cina. Betapa dahsyatnya Cina melalui paham-pahamnya harus juga perlu diwaspadai, kalau tidak maka kita akan termakan oleh paham-paham itu, pungkasnya (leg)

Gak Pake #Mahal

No Responses

Leave a Reply