Mendikbud Apresiasi Warga Jerman Pelopor Rumah Budaya Indonesia di Frankfurt

 Nasional

Frankfurt,— Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy memberikan apresiasi kepada Dr. Werner F Weiglein yang menginisiasi Rumah Budaya Indonesia di Gelnhausen, Frankfurt, Jerman. Bersama istrinya, Claudia Wiglein, pengusaha asal Jerman ini membangun sebuah komplek seluas 1 hektar bernuansa budaya Indonesia.

“Saya mengapresiasi keluarga Werner yang telah menginisiasi berdirinya Rumah Budaya Indonesia. Museum ini bagus dan terlihat serius penataannya, diteliti secara mendalam dan dikoleksi selama puluhan tahun,” kata Mendikbud ketika mengunjungi Museum Papua di salah satu sudut komplek Rumah Budaya milik keluarga Werner, Minggu (2/9/2018).

Pada kesempatan ini juga, Mendikbud menyampaikan rasa terima kasihnya kepada keluarga Werner yang sudah lama bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. “Kami juga berterima kasih kepada keluarga Werner yang telah terbuka menjalin kerja sama dengan kami di Kemendikbud sampai dengan saat ini,” tutur Mendikbud.

Ditengah kunjungan melihat koleksi-koleksi museum, Dr. Werner menerangkan, museumnya memiliki kurang lebih 800 koleksi artefak budaya dari seluruh Indonesia. Jika kesan dominasi budaya Papua sangat kental, itu karena antropolog ini sangat mencintai kajian dan ekspedisi di seluruh wilayah Papua. “Koleksi kami ada yang berbentuk totem, patung kayu, aksesoris, tombak, perisai, dan peralatan lainnya yang banyak digunakan suku-suku di Papua,” terang Werner.

Sebagai bentuk kecintaan pada Papua, Werner juga merekrut warga dari Papua yang sedang belajar di Jerman untuk membantu mengelola museumnya. “Kami juga mengajak warga Papua yang sedang belajar di Jerman untuk membantu mengelola museum,” ucapnya.

Tak hanya budaya Papua, Werner juga mengoleksi artefak-artefak khas Jawa, Toraja dan Bali. Daya tarik Indonesia yang eksotik menjadikannya yakin akan menarik pengunjung. Itulah sebabnya hotel dan kafe yang diberi nama Kafehaus Indonesia itu ramai dikunjungi tamu. “Warga Jerman dan tamu-tamu negara lain banyak yang berkunjung ke sini,” tambahnya.

Mendikbud berharap Rumah Budaya Indonesia dapat menjadi pintu dan jalan yang membentang warga Jerman untuk mengenal Indonesia. Hal itu disampaikan ketika bertemu dengan Walikota Gelnhausen, Daniel CHR Oemgloeckner. Dalam buku emas yang disodorkan walikota kepadanya, Mendikbud menuliskan kalimat harapan agar museum Papua dapat menjadi tempat interaksi warga kota dan Eropa umumnya dengan Indonesia.

Mendikbud mengundang Walikota Gelnhausen untuk segera melihat langsung Indonesia. Hal itu disambut Daniel antusias. ”Saya sudah pergi ke beberapa negara di Asia seperti Jepang, Singapura dan India, tetapi belum pernah ke Indonesia. Saya tidak mengangka Indonesia merupakan kepulauan yang sangat luas, pasti banyak yang menarik,” kata Daniel.

Sementara itu, agenda hari kedua di Frankfurt diisi dengan kunjungan ke sekolah vokasional di Groß Gerau. Di sana rombongan mendikbud akan bertemu dengan Dr. Wolfgang Siegel dan jajarannya. Agenda di Frankfurt berakhir sore hari dan dilanjutkan penerbangan ke Copenhagen, Denmark.

Turut mendampingi Mendikbud selama kunjungan, Duta Besar Indonesia di Berlin, Arif Havas Oegroseno dan Konsul Jenderal Indonesia di Frankfurt Toferry Primanda Soetikno. Sedangkan rombongan dari Jakarta antara lain Sekretaris Jenderal Kemendikbud Didik Suhardi, Staf Ahli James Modouw, Staf Khusus Nasrullah, dan Kepala Biro Perencanaan dan Kerjasama Luar Negeri Kemdikbud Suharti. Di Jerman, Mendikbud melakukan kunjungan kerja selama dua hari dan akan dilanjutkan ke Kopenhagen Denmark. *

No Responses

Leave a Reply