Masalah KJP Masalah Pendidikan

 Opini
[otw_is sidebar=otw-sidebar-6]

Jakarta – 3 atau 4 tahun belakangan sejak digulirkannya Kartu Jakarta Pintar ( KJP ) keikut sertaan peserta didik penerima KJP menjadi sumringah, apalagi peserta didik yang menerima bantuan bersekolah di sekolah swasta benar-benar terbantu.

Namun kenyataan justru malah sebaliknya. Dana KJP yang dicairkan kepada peserta didik peruntukannya untuk uang SPP diluar dugaan awal. Dana tersebut sama sekali tidak terakomodir masuk ke sekolah, sekalipun pihak sekolah sudah melakuman pendebetan, ketika didebet ternyata kosong.

Dalam hal ini artinya orang tua tidak peduli dengan masalah pendidikan, melainkan ekonomi, maka tidak jarang dana KJP dimanfaatkan orang tua untuk kehidupan sehari-hari bahkan ada juga yang dipergunakan kontrak rumah, bayar DP motor serta keperluan hidup lainnya.

Pasalnya kartu ATM peserta didik dipegang oleh orang tuanya. Pada akhirnya tunggakan uang sekolah menjadi besar, ketika anaknya mau ikut ujian apakah UTS, US. Dan UAS dan keperluan administrasi sekolah menjadi tertunda akibat dari perilaku orang tua siswa.

Bahkan ada kasus di sekolah swasta islam di jakarta pusat, selama dari kelas X sampai dengan kelas XII peserta didik tersebut tidak bisa mengikuti UAS akibat dana KJP yang diterima siswa bersangkutan diambil orang tuanya. Jumlahnya bervariasi mulai dari 5 juta sampai 7 juta.

Alasan klasik yang dikatakannya adalah untuk berobat, untuk bayar kontrakan dan sebagainya. Pada hal bantuan itu bukan untuk orang tua melainkan untuk biaya pendidikan anaknya.

Semula memang peluncuran KJP tersebut sangat membantu sekali didalam ikut membantu masyarakat agar anak-anaknya bisa bersekolah sampai selesai. Dan diharapkan pemerintah anak bangsa di indonesia ini bisa bersekolah sampaj Sekolah Lanjutan Atas kalau bisa sampai ke perguruan tinggi.

Tentanya dalam hal ini perlu adanya pengkajian mendalam terkait penerima bantuan. Pengetatan ini diliahat dari prestasi peserta didik dalam akademik.

Itu perlu dilakukan sebagai upaya pemanfaatan bantuan tepat sasaran. Terkadang ada orang tua yang mampu tetap saja meminta kepada pihak sekolah agar anaknya dimasukan kedalam peserta didik penerima KJP. ( Legino. Jr )

[otw_is sidebar=otw-sidebar-7]

Related Post

    No internet connection No internet connection

No Responses

Leave a Reply