Makkah Bercuaca ekstrim

 Nasional

Makkah  – Cuaca cukup ekstrim melanda Saudi, Rabu (05/09) sore hingga malam waktu Saudi. Kilat halilintar sempat terjadi di Makkah sekitar pukul 20.30 Waktu Arab Saudi. Petir terlihat beberapa kali melintas di atas langit kota Makkah. Bahkan dentumannya menyebabkan alarm Wisma Haji ‘Al Mabrur’ yang dihuni petugas Daerah Kerja Makkah berbunyi.

Kendati di wilayah Syisyah tidak turun hujan, di beberapa wilayah lainnya sempat turun hujan. Misaknya di kawasan Aziziyah Janubiyah, lokasi Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Makkah berada. Dilaporkan jarak pandang saat mengendara mobil hanya sepuluh meter. Kondisi seperti ini terjadi selama setengah jam. Setelah itu berangsur normal kembali.

Sementara tim Media Center Haji (MCH) Daker Madinah melaporkan, suhu Madinah pada hari yang sama berangsur dingin. Beberapa lokasi bahkan diguyur hujan deras hingga menimbulkan genangan.

Sejak Rabu (05/09) pagi hingga siang, suhu di Madinah berkisar 40-43 derajat celsius. Namun, menjelang sore, sekitar pukul 17.00 WAS atau pukul 21.00 Waktu Indonesia Barat, cuaca mendadak mendung. Biasanya, saat itu suasana masih terang. Namun, pantauan tim MCH, kondisi sore itu gelap. Mendung terlihat menutupi langit.

Para petugas haji yang bertugas di Terminal Hijrah, Madinah, mengabarkan bahwa hujan mulai turun dengan deras sekitar pukul 17.30 WAS. Mereka menyambut gembira hujan tersebut. Sebab, selama ini para petugas Terminal Hijrah harus bekerja di bawah terik matahari.

Mereka harus menunggu bus yang mengangkut jemaah haji dari Makkah menuju Madinah. ’’Alhamdulillah, akhirnya hujan deras dan angin,’’ kata Joyo Mulyo, salah seorang petugas haji di Terminal Hijrah. Dia lantas membagikan foto-foto kondisi terbaru di terminal tersebut.

Bagi para petugas haji, melihat hujan turun di Arab Saudi memang pemandangan tidak biasa. Maklum, setiap hari mereka harus menahan panasnya sengatan matahari. ’’Hujan makin deras, kami berteduh,’’ kata Joyo.

Beberapa saat kemudian, air terlihat menggenangi Terminal Hijrah. Ketinggian genangan hanya sekitar 10-15 sentimeter. Meski begitu, para petugas haji di lapangan tetap girang. Mereka lantas berfoto-foto dengan latar belakang suasana terminal yang tergenang air hujan.

Menurut Ahmad Rofi`i, warga Indonesia yang tinggal di Saudi selama sepuluh tahun, hujan tahun ini tiba lebih awal. ’’Pergantian musim biasanya November atau setelah musim haji, biasanya setelah jemaah haji pulang semua, barulah musim dingin tiba,’’ katanya.

Pada saat yang sama, tim MCH Daker Bandara melaporkan, cuaca di Jeddah tetap panas seperti biasa. Rabu (05/09) malam pukul 22.00 WAS cuaca di Jeddah terpantau pada angka 34 derajat celcius.

No Responses

Leave a Reply