Kemenhub Pastikan LRT Jakarta Ramah Disabilitas

 Ekonomi
[otw_is sidebar=otw-sidebar-6]

Jakarta — Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memastikan Light Rail Transit (LRT) Jakarta ramah dan layak bagi penyandang disabilitas mengingat fasilitas yang dibangun memperhitungkan kebutuhan semua masyarakat.

“Kami ingin pembangunan fasilitas transportasi modern ini bisa dinikmati seluruh warga masyarakat tanpa terkecuali, termasuk penumpang berkebutuhan khusus,” ungkap Direktur Jenderal (Dirjen) Perkeretaapian Kemenhub Zulfikri, Rabu (29/8/2018).

Dia mengatakan fasilitas modern yang disediakan LRT Jakarta antara lain eskalator, lift untuk penumpang berkebutuhan khusus, ramp, CCTV, ruang medis, guiding block untuk menuntun jalan penumpang tunanetra, toilet bagi difabel, serta kursi prioritas di peron maupun di dalam kereta.

Selain itu, nantinya terdapat petugas pelayanan di stasiun yang akan membantu penyandang disabilitas untuk naik dan turun kereta.

Zulfikri menerangkan penyediaan sarana dan prasarana ramah penyandang disabilitas tersebut merupakan upaya pemerintah memenuhi haknya sesuai Undang-undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas.

Oleh karena itu, pihaknya akan terus melakukan pembenahan dan penambahan fasilitas bagi penyandang disabilitas sebelum akhirnya moda transportasi modern tersebut diresmikan pada 2019.

Merujuk data Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), jumlah penyandang disabilitas di Indonesia diperkirakan sekitar 15% dari jumlah penduduk yakni sekitar 36 juta jiwa.

Khusus di Jakarta, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta, tercatat jumlah penyandang disabilitas di Ibu Kota mencapai 6.003 jiwa pada 2015.

“Hal ini juga menjadi perhatian kami. Karenanya pemenuhan fasilitas bagi penyandang disabilitas akan dilakukan di seluruh stasiun LRT,” tambahnya.

Saat ini, LRT Jakarta koridor 1 fase 1 tengah telah dioperasionalkan secara terbatas. Operasional dalam rangka uji coba LRT antara Stasiun Velodrome hingga Stasiun Mal Kelapa Gading tersebut berlangsung selama 30 hari kalender, yakni pada 21 Agustus-20 September 2018.

Operasional terbatas yang dimaksud adalah penumpang yang diangkut merupakan undangan dan bukan masyarakat umum.

Penumpang pun tidak dikenakan tarif alias gratis. Selama masa uji coba, hanya satu train set yang digunakan untuk bolak balik antara dua stasiun yang berjarak 4,7 kilometer (km) tersebut.

Ada lima stasiun yang dilalui yakni Stasiun Velodrome, Stasiun Pacuan Kuda, Stasiun Pulomas, Stasiun Kelapa Gading Boulevard, dan Stasiun Mal Kelapa Gading. Hingga saat ini, kelima stasiun tersebut masih dalam proses pembangunan.

“LRT Jakarta ini akan terus dievaluasi sampai dinyatakan laik dioperasionalkan untuk umum. PT Jakarta Propertindo wajib menyelesaikan seluruh pekerjaan pembangunan LRT setelah pelaksanaan uji coba pengoperasian,” tegas Zulfikri.

[otw_is sidebar=otw-sidebar-7]

Related Post

    No internet connection No internet connection

No Responses

Leave a Reply