Jangan Tergiur Dengan Mengatas Namakan Arisan Online

 Kriminal

JAMBI – Saat ini marak kembali arisan mengatas namakan arisan online. Sekalipun menjanjikan pendapatan yang diperoleh dari arisan online tersebut.

Sebagaimana yang terjadi di kecamatan Jambi luar terhadap modus tersebut, akhirnya mereka kesal.

Kesal karena merasa tertipu, Devi (21), warga Perumahan Aston Villa, Kecamatan Jambi Luar Kota (Jaluko), Kabupaten Muarojambi, dibawa korbannya ke Mapolresta Jambi, Minggu (10/2).

Informasi yang didapat, Devi menawarkan arisan online lewat medsos. Kepada korban, dia menjanjikan uang yang diinvestasikan akan bertambah dua kali lipat dalam waktu satu minggu.

Tentu saja tawaran ini menggiurkan. Ralang, seorang ibu rumah tangga yang menjadi salah satu korban, rupanya tertarik. Dia bahkan berani berinvestasi hingga total Rp 15 juta.

“Awalnya saya dijanjikan uang akan kembali dalam waktu seminggu paling lama. Tapi kenyataanya tidak,” kata dia, kesal. Dia menambahkan, sebelumnya ia mulai berinvestasi dengan skala kecil dengan nilai Rp 500 ribu. Dalam waktu seminggu uang tersebut saya dapatkan dengan jumlah lebih, dari Rp 500 ribu menjadi Rp 800 ribu.

Namun setelah melakukan investasi dengan skala besar uangnya tak kunjung kembali.”Sebulan dua bulan lancar, tapi setelah investasi jumlah besar ternyata macet,” tambahnya.

Arisan online tersebut telah diikutinya sejak dua bulan lalu. Namun, semakin ke ujung ke ujung hasilnya sama sekali tidak sesuai dengan keinginan.

“Kami curiga, awalnya lancar nian, tepat waktu. Kadang sebelum waktunya dapat, uang sudah dicairkan. Saya ikut sudah dua bulan,” jelasnya.

Akhirnya, karena kesal, Ralang pun membawa Devi ke Polresta Jambi untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Saat ini tersangka sudah ditahan,” kata Kasat Reskrim Polresta Jambi, Kompol Yuyan Priatmaja. Diketahui, saat ini yang melaporkan tersangka ke Mapolresta Jambi baru satu orang dari jumlah korban yang mencapai 30 orang.(**)

No Responses

Leave a Reply