Indonesia Bantu Bom Bunuh Diri Di Filipina

 Umum

Jolo Filipina – Pemerintah Indonesia menyatakan keinginannya membantu proses identifikasi pelaku bom bunuh diri di Jolo, Provinsi Sulu, guna memastikan pelaku benar Warga Negara Indonesia (WNI) seperti disebut laporan intelijen Filipina. Menteri Dalam Negeri Filipina Eduardo Ano menyatakan, telah menerima pernyataan resmi dari Kepolisian Republik Indonesia.

“Mereka menawarkan kerja sama membantu proses identifikasi pelaku bom bunuh diri. Tentu tawaran tersebut sangat baik dan sedang kami pertimbangkan,” ujar Eduardo Ano kepada wartawan di Manila, Filipina, Rabu (6/2).

Proses identifikasi, kata dia, masih berjalan dan mungkin akan memakan waktu. “Ledakan itu telah terkonfirmasi sebagai aksi bom bunuh diri,” kata Ano sebagaimana diwartakan The Philippines Star.

Ledakan yang terjadi di Gereja Katedral Our Lady of Mt. Carmel Cathedral, Minggu (27/1) lalu menewaskan setidaknya 22 orang dan melukai puluhan lainnya.

Beberapa waktu lalu, Ano menyatakan keyakinannya pelaku pengeboman adalah dua orang yang berasal dari Indonesia. Informasi itu ia peroleh dari sumber intelijen pemerintah yang tidak dia sebutkan. Meskipun belum ada bukti kuat yang menunjukkan keterlibatan WNI, sejumlah pengamat di Filipina menyayangkan pemerintah langsung menunjuk hidung kedua pelaku adalah WNI.

Ano mengaku memperoleh info itu dari sumber intelijen yang ia tidak jelaskan secara gamblang. Ano mengungkapkan, kedua WNI itu sepasang suami-istri yang dibimbing oleh kelompok Abu Sayyaf, Mereka melancarkan aksi untuk menginspirasi para pelaku bom bunuh diri yang dibina Abu Sayyaf.

Terkait kasus ini, Mabes Polri telah berkoordinasi dengan Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror dan Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT) untuk mengirimkan anggota ke Filipina. Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Kombes Pol Syahar Diantono mengemukakan, tim yang akan dikirimkan sudah siap berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri untuk mengkonfirmasi adanya WNI yang menjadi pelaku aksi teror bom bunuh diri di Filipina.

“Polri, Densus, dan BNPT sudah siap berkoordinasi dengan Kemenlu di sana (Filipina) untuk memastikan apakah benar itu (pelaku) orang Indonesia atau bukan,” katanya.

Menurut Syahar, tim sudah siap dikirimkan ke Filipina. Namun, untuk saat ini tim dari Polri, BNPT, dan Densus 88 Antiteror masih dalam tahapan koordinasi dengan Kementerian Luar Negeri. (sumber AFP )

No Responses

Leave a Reply