Harga Beras Naik Hingga 15 Persen

 Ekonomi

PALEMBANG – Sejumlah barang kebutuhan pokok juga mengalami kenaikan beberapa pekan terakhir. Salah satunya beras. Naik harga antara Rp1.000 hingga Rp1.500 per kg.

Iyan (31), pedagang beras di Pasar 26 Ilir, mengakui hal itu. “Sebelumnya harga beras kisaran 10 hingga 11 ribu rupiah per kilo. Sekarang naik menjadi Rp11.000 hingga Rp 12.500 per kg,” jelasnya seperti diberitakan Sumatera Ekspres (Jawa Pos Group). Naik dari tingkat agen dan pabriknya. Maka itu, pengecer ikut menaikkan harga.

“Secara persentase, kenaikannya 10-15 persen. Kebanyakan beras-beras bermerek. Untuk beras dari Belitang atau Tugumulyo tak beda jauh dari sebelumnya,” jelasnya. Beras Belitang kualitas 1 dijual kisaran Rp205 ribu hingga Rp210 ribu per karung (20 kg) atau setara Rp10.000-10.500 per kg.

Karena kenaikan ini, terjadi penurunan penjualan terutama beras bermerek antara 5-8 persen. “Jika awal bulan sebelumnya bisa jual 15-20 karung. Saat ini maksimal 15 karung. Konsumen juga beralih ke beli kiloan.”

Seorang pedagang di Pasar 26, Iin, mengatakan sejak lebih dari seminggu ini harga beras naik. Untuk sekarung isi 20 kg naik Rp5.000. “Kompak semua merek naik,” kata Iin.

Dia mengaku tidak mengatahui apa penyebab kenaikan itu. Pihaknya juga menanyakan kepada pihak agen, namun juga tidak jawaban yang pasti. “Tidak tahu, ditanya (ke agen) jawabnya dari sananya naik,” katanya.

Owner Beras Topi Koki, Sukartek, menjelaskan kenaikan harga ini sudah terjadi sejak beberapa hari terakhir. Banyak faktor yang jadi penyebab. Yakni tingginya biaya produksi termasuk dengan pupuk dan peralihan cuaca secara tiba-tiba.

“Kalau biaya produksi naik, tentu akan pengaruh dengan harga jual di pasaran. Tapi secara maksimal kami tetap akan menyesuaikan dengan kondisi dan daya beli masyarakat,” sebutnya.

No Responses

Leave a Reply