Dr.H. Muhbib Abdul Wahab : Beragama Itu Beda Tipis Pada Politik.

 Metropolitan

Jamaah pengajian dalam rangka hari bermuhammadiyah.

JAKARTA – Beragama merupakan sebagai upaya penyebar keselamatan dan perdamaian bagi pemeluknya, demikian dikatakan Dr.H. Muhbib Abdul Wahab, MA di masjid Ar Rahman, pada sebuah pengajian bulanan PWM DKI Jakarta.

Dalam beragama tidak ada yang merasa paling benar, kalau ada yang beragama itu menganggap dirinya saja yang paling maka orang itu sudah memonopoli agama itu sendiri, ujarnya.

Ada sebuah pertanyaan apakah perbedaan beragama di tahun politik dengan di tahun biasa. Muhammadiyah sebagai sebuah organisasi bukan sekedar melakukan sesuatu yang tidak berdampak dalam agama itu sendiri. Beragama dalam Muhammadiyah sebagai sebuah persyarikatan.

Ada sebuah kisah tentang pemahaman terhadap anak muda yang mempertanyakan masalah agama. Maka KH. Ahmad Dahlan mengambil sebuah biola dan memainkan biola tersebut. Lalu kiayi menanyakan bagaimana menurut kalian tentang bunyi biola itu.

Dalam beragama berdasar bunyi biola itu di jelaskan bahwa agama itu adalah sesuatu yang indah, setasi serta agama itu memiliki nilai- nilai seni. Maka agama itu harus dipelajari dengan baik kalau tidak, dalam beragama itu maka akan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, jelasnya.

Pertama adalah Anak-anak kita dalam memahami agama sebatas pada perintah, kedua dalam beragama itu ada yang ala pedagang, beragama seperti akan jadi riya. Niat ibadah akan mendapat pujian itu adalah riya kecil, jadi akan sia-sia.

Dalam berpolitik, ujarnya banyak para politisi yang riya. Tapi riya kecil. Tapi hal itu akan menjadi salah satunya adalah jadi sia-sia. Ketiga beragama relasi seorang ibu dengan anaknya, semua yang dilakukan dengan ikhlas.

Beragama yang ideal adalah beragama seperti beragama seperti ibu dan anak. (leg)

No Responses

Leave a Reply