Disorot Tajam Satu Tahun Kinerja Anies Baswedan

 Metropolitan

Gubernur Anies Baswedan saat di pulau buatan. ist

Jakarta, Indonesiaxpost – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan genap satu tahun memimpin Ibu Kota pada 16 Oktober 2018. Dalam kurun satu tahun ini, kinerja Anies disorot satu di antaranya sorotan dari Fraksi PDI-P DPRD DKI Jakarta.
Menurut Ketua Fraksi PDIP Gembong Warsono ada enam program Anies yang dinilai gagal yakni target OK OCE tidak terpenuhi, OK TRIP terkendala, tidak ada rumah untuk warga miskin, nturalisasi sungai tidak jelas, kontroversi menghidupkan kembali becak dan pelayanan publik yang menurun. “OK OCE baru mencetak 1.811 UMKM dari target 40 ribu dan 20 gerai tani baru bisa diwujudkan 2 gerai,” ujar Gembong.
Rilis FPDIP yang dibacakan Sekretaris Fraksi Dwi Rio Sambodo juga menyoal rumah untuk warga miskin. “Tidak ada rumah untuk rakyat miskin. Program DP 0 Rupiah yang sekarang menjadi SAMAWA jelas-jelas bukan untuk orang miskin, yakni untuk warga berpenghasilan Rp 4-7 juta perbulan,” ujar Rio saat jumpa pers di ruang FPDIP,Senin (15/10/2018).
Rencana Anies melegalkan becak di Jakarta juga disorot keras nilai PDIP. Fraksi pendukung Basuki Tjahaja Purnama ini menilai tidak tepat dan tidak manusiawi. “Pemprov DKI harus mengalihprofesikan pengayuh becak ke sektor pekerjaan yang lebih manusiawi,” ujar Rio.

5 Gebrakan Anies Baswedan
Kendati program kerja Anies Disorot tajam, dalam kurun satu tahun Anies pun menorehkan gebrakan yang mencengangkan, yakni menutup tempat hiburan Alexis, menghentikan proyek reklamasi, tarik tunai KJP Plus, mempercantik kota Jakarta dan pembongkaran JPO Thamrin.
Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu menyatakan setiap program yang telah dijanjikan tidak semuanya dapat terlaksana dalam setahun saja. Seperti halnya dalam 6 bulan, 9 bulan, ataupun 24 bulan berdasarkan jadwal eksekusi program tersebut.
“Dari awal saya katakan pembangunan itu disusun dengan jadwal teknokrasi. Bukan disusun dengan jadwal politik,” ucapnya.
Karena hal itu, Anies Baswedan menyarankan agar jajarannya tetap fokus dalam merealisasikan program yang sudah direncanakan. Jadi dapat tercapai sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
Meski demikian, dalam satu tahun ini Anies telah membuat beberapa kebijakan yang menjadi sorotan publik.
Berikut ini beberapa gebrakan Anies Baswedan yang pernah ramai diperbincangkan.

1. Tutup Hotel Alexis
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memutuskan untuk menghentikan seluruh operasi di Hotel Alexis. Keputusan ini diambil setelah Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mencabut izin usaha mereka.
Anies mengatakan, pihaknya telah mencabut Tanda Daftar Usaha Pariwisata (TDUP) milik PT Grand Ancol Paragon. Di mana PT Grand Ancol Paragon menaungi Hotel Alexis. “Tanggal 22 Maret telah dikirimkan surat pencabutan TDUP atas nama PT Grand Ancol Hotel,” kata Anies.

2. KJP Plus Bisa Ditarik Tunai
Anies Baswedan membuat program Kartu Jakarta Pintar (KJP) plus. Jika sebelumnya KJP tidak bisa ditarik tunai, KJP plus ala Anies memberikan kemudahan bagi penerima di mana KJP Plus bisa ditarik tunai. Tarik tunai ini hanya bisa dipergunakan untuk kursus-kursus di luar sekolah, sarapan pagi bagi siswa-siswi ataupun untuk transportasi ke sekolah.
Adapun besaran KJP Plus berdasarkan tingkatannya dan porsi penarikan tunainya sebagai berikut: Siswa SD, senilai Rp 250 ribu, dapat ditarik tunai Rp 100 ribu per bulan. Siswa SMP, senilai Rp 300 ribu, dapat ditarik tunai Rp 150 ribu per bulan. Siswa SMA, senilai Rp 420 ribu, dapat ditarik tunai Rp 200 ribu per bulan. Siswa SMK, senilai Rp 450 ribu, dapat ditarik tunai Rp 200 ribu per bulan.

3. Mempercantik Wajah Jakarta
Ada penampakan yang tak biasa di sekitar Bundaran HI. Tepatnya di tengah area tanah berumput yang di kelilingi jalan raya, berdiri, berdiri karya seni bambu yang dibentuk sedemikian rupa. Seni bambu itu diberi nama Getah Genih, seni instalasi dari bambu menambah cantik wajah ibu kota.
Dia juga menata jalan di jantung Ibu Kota di Simpang Sarinah-Thamrin. Jalan protokol tersebut dilengkapi dengan jalur pedestrian lebar, zebra cross dan Yellow Box Junction (YBJ).

4. Bongkar JPO HI
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta telah membongkar jembatan penyeberangan orang (JPO) di dekat bundaran Hotel Indonesia (HI). JPO itu dinilai menghalangi pemandangan patung selamat datang.
“Sekarang dengan JPO nanti diturunkan, semua orang yang lewat dari Jalan Thamrin ke arah Sudirman akan bisa melihat patung ini juga seperti semula,” kata Anies.
Kendati dibongkar, Pemprov DKI Jakarta telah membangun pelican crossing. Pelican crossing merupakan fasilitas penyeberangan yang dilengkapi dengan lampu lalu lintas. Biasanya dilengkapi dengan tombol untuk mengaktifkan lampu lalu lintas, bila tombol dipencet maka beberapa saat kemudian lampu bagi pejalan kaki diaktifkan dan menjadi hijau bagi pejalan kaki, dan merah untuk lalu lintas kendaraan.

5. Hentikan Proyek Reklamasi
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menghentikan total proyek reklamasi di Teluk Jakarta. Dia mengumumkan penghentian proyek reklamasi itu di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (26/9/2018). *dbs/man

No Responses

Leave a Reply