Di Tahun Politik Sikap Muhammadiyah Dipertanyakan

 Politik

Jakarta, – Ruang gerak Muhammadiyah sebagai ormas islam terbesar di Indonesia di tahun politik masih dipertanyakan, pasalnya Muhammadiyah masih belum punya sikap. Di berbagai kesempatan kader-kader Muhammadiyah kerap kali berkomentar perihal tersebut.

Ketika konsolidasi di hotel Bumi cikeas, beberapa waktu lalu warna politiknya tidak terlihat sama sekali. Bahkan cenderung menjadi bias. Justru para kader disajikan teori-teori politik praktis. Nuansa politik hanya di sekitar wacana-wacana semu.

Di hotel Bumi Cikeas Bogor Jawa Barat seharusnya Muhammadiyah sudah mulai bermain untuk memberikan manuver politik, terutama terhadap calon dari kader Muhammadiyah yang ingin maju di kancah perpolitikan, baik dari DPD, DPRD, DPR. Bukan disajikan tata tertib yang sama sekali tidak terkait dengan persoalan politik.

Keragu-raguan Muhammadiyah didalam bermain politik memang masih terlihat sekali, dibandingkan dengan ormas islam lainnya, ambil contoh seperti Nahdatul Ulama, serta ormas islam lainnya. Muhammadiyah masih belum berani menerabas berbagai kebijakan terkait politik.

Momen di Hotel Bumi Cikeas sebenarnya sangat strategis, apa bila ada keberanian Muhammadiyah didalam mengambil sikap politiknya, untuk menyebutkan beberapa nama yang dijadikan barometer kedepan.

Namun apa daya, hasil konsolidasi yang digagas Muhammadiyah dengan mengundang berbagai petinggi Muhammadiyah dan ortom, tak ada hasil signifikan, boleh dibilang hanya buang-buang dana, buang-buang waktu percuma.

Pada hal saat itu para pimpinan yang hadir ingin melihat sikap tegas Muhammadiyah untuk mengusung salah satu kadernya untuk bisa dijadikan platform. ( legino. Jr, adalah pemimpin redaksi Indonesiaxpost.id )

No Responses

Leave a Reply