Demi Kedaulatan Negara, Apau Kayan Diprioritaskan Jadi Daerah Otonom

 Nasional

Jakarta, Indonesiaxpost – Tak banyak orang mengetahui tentang Apau Kayan (Dataran Tinggi), sebuah kawasan strategis di Kabupaten Malinau, Provinsi Kalimantan Utara yang berdekatan dengan perbatasan negara Malaysia. Penduduk Apau Kayan mayoritas dari Suku Dayak Kenyah. Apau Kayan menyimpan sumber daya alam melimpah berupa pertanian dan kawasan pariwisata yang mengagumkan.
Menilik posisi Apau Kayan jauh dari Kota Kabupaten Malinau, lebih dekat negara tetangga dan satu-satunya akses hanya lewat udara, membuat Apau Kayan mengalami pelbagai kesulitan dalam aktifitas sosial, ekonomi, pelayanan kesehata, pendidikan dan kependudukan kendati Indonesia telah merdeka 73 tahun. Minim infrastruktur dan sarana prasarana pembangunan menjadikan Apau Kayan masuk dalam kategori daerah terisolir dan tentunya sangat timpang jika dibandingkan dengan negera tetangga.
“Untuk mengatasi pelbagai persoalan yang ada menjadikan Apau Kayan sebagai daerah otonom. Maka pada tahun 2009 dibentuklah panitia persiapan Apau Kayan sebagai daerah Otonom, namun baru tahun 2016 dikukuhkan Presidium Calon Daerah Otonom Baru oleh Bupati Malinau. Keberadaan presidium ini mendapatkan dukungan sangat kuat dari Kepala Suku, Kepala Adat, Anggota DPRD Kabupaten dan Provinsi Kalimantan Utara, juga DPR dan DPD RI,”ungkap Ibau Ala Ketua Presidium Calon Daerah Otonomi Baru Kabupaten Apau Kayan yang juga Kepala Adat Besar Apau Kayan, kepada wartawan, Selasa (25/9/2018), di Hotel Arcadia, Jakarta Pusat.
Hal senada diungkapkan Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Padan Impung SPd MM. Menurut Padan Impung, wilayah Apau Kayan layak sebagai daerah otonom baru, sebab Apau Kayan memiliki 22 desa 4 Kecamatan dan 1 kecamatan penghubung. Mayoritas penduduk bekerja sebagai petani dan pembuat garam. Adapun potensi sumber daya alam adalah tambang emas maupun tambang batubara yang masih dikelola masyarakat secara tradisional. Adapun sumber daya manusia yang dimiliki, mayoritas penduduk putra daerah Apau kayan minimal berpendidikan SLTA, sarjana dan bahkan ada yang bergelar profesor. “Nah, semua dimiliki Apau Kayan. Ini merupakan wujud kesiapan Apau Kayan menjadi sebuah Kabupaten,” ujar Padan Impung.
“Saat ini mungkin ada ratusan daerah yang ingin dimekarkan, namun kami berharap Apau Kayan bisa menjadi skala prioritas untuk segera dijadikan daerah otonom. Kedatangan kami ke Jakarta untuk menagih janji Bapak Cahyo Kumolo Mendagri, ketika menjadi Inspektur Upacara HUT Kemerdekaan tahun 2015 di Apau Kayan. Beliau mengatakan akan segera menjadikan Apau Kayan sebagai daerah otonom. Bahkan pada acara itu, kami memberikan penghargaan berupa Lencau kepada beliau,” terang Padan Impung yang juga sebagai Sekretaris Umum Presidium Calon Daerah Otonom Baru Kabupaten Apau Kayan, di tempat yang sama.
Pernyataan tersebut didukung Ingkong Ala, putra daerah Apau Kayan. Menurut Ingkong Ala komitmen Pemerintah Pusat itu harus segera direalisasikan dikarenakan kondisi masyarakat Apau Kayan sudah berada pada kondisi kehidupan yang sangat minim kesejahteraan. Saat ini saja banyak penduduk Apau Kayan dengan alasan kesejahteraan maupun kemudahan, mereka ber-migrasi ke Malaysia. Jika ini dibiarkan pemberian daerah otonomi baru kepada Apau Kayan ditunda terus menerus jangan salahkan jika akan lebih banyak lagi warga Apau Kayan ke Malaysia. “Demi menjaga Kedaulatan negara di Kawasan perbatasan dengan Malaysia, Apau Kayan mesti menjadi skala prioritas sebagai daerah Otonom,” tandas Ingkong Ala. *man

No Responses

Leave a Reply