Dari Jasa Angkutan Sampai Perusahaan Jamu Berpeluang Atas Naiknya IHSG

 Ekonomi

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan perdana di pekan ini dengan penguatan sebesar 1,7% ke level 6.497,82, Senin (18/2/2019).
Kinerja IHSG senada dengan bursa saham utama kawasan Asia yang juga ditransaksikan di zona hijau: indeks Nikkei naik 1,82%, indeks Shanghai naik 2,68%, indeks Hang Seng naik 1,6%, indeks Straits Times naik 0,9%, dan indeks Kospi naik 0,67%.

Selain itu, terdapat beberapa peristiwa yang terjadi pada emiten-emiten dan layak disimak oleh investor sebelum perdagangan hari ini, Selasa (19/2/2019), dibuka.

1. Beban Usaha dan Keuangan Meningkat, Laba GMF Tergerus 40%

PT GMF AeroAsia Tbk (GMFI) mengalami penurunan laba bersih cukup tajam sepanjang 2018 lalu. Perolehan laba perusahaan turun sampai dengan 40,04% menjadi US$30,54 juta (Rp 427,62 miliar, asumsi kurs Rp 14.000/US$) di akhir Desember 2018 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Padahal, di periode tersebut GMF justru mencatatkan peningkatan pendapatan usaha mencapai 6,99% menjadi US$470,01 juta (Rp 6,58 triliun) dari US$439,28 juta (Rp 6,14 triliun) di sepanjang 2017.

2. Jualan Jamu Herbal, Laba Sido Muncul Naik 24,36% di 2018

Emiten produk farmasi, PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) mencatatkan kinerja positif sepanjang 2018. Laba perusahaan tahun 2018 naik 24,36% secara tahunan menjadi Rp663,85 miliar dari tahun 2017 Rp 533,79 miliar.

Emiten dengan merek Kuku Bima ini membukukan penjualan sebesar Rp2,76 triliun pada tahun lalu, atau meningkat 7,36% dari perolehan pada 2017 sebesar Rp 2,57 triliun.

3. Maybank Indonesia Cetak Laba Rp 2,2 T di 2018, Tumbuh 21,6%

PT Bank Maybank Indonesia Tbk (BNII) mencatatkan laba bersih setelah pajak dan Kepentingan Non Pengendali (PATAMI-Profit After Tax and Minority Interest) sebesar Rp2,2 triliun sepanjang 2018. Laba bersih itu naik 21,6% dibanding laba bersih periode sebelumnya.

4. Bos BEI: Bali United ingin Seperti Manchester United

Klub sepakbola yang bermarkas di Gianyar, Bali United memantapkan langkahnya merumput di pasar saham tahun ini. Rencana menjadi perusahaan publik Bali United semakin mengemuka, perusahaan telah menyampaikan dokumen yang berhubungan dengan pendaftaran IPO kepada otoritas bursa.

5. RUPSLB Tak Kuorum, Obligasi TAXI Gagal Dikonversi

Emiten transportasi Grup Rajawali, PT Express Transindo Utama Tbk (TAXI) pada Senin ini (18/2/2019) kembali menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) kedua.

RUPSLB kali ini digelar untuk membahas persetujuan konversi obligasi perusahaan menggunakan skema pelaksanaan penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD). Namun, pemegang saham tak jadi membahas hal tersebut karena tidak memenuhi kuorum.

6. Caplok Bank Mitraniaga, IBK Tak Wajib Tender Offer

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan Industrial Bank of Korea (IBK) yang resmi mencaplok 71,68% saham PT Bank Mitraniaga Tbk (NAGA) sebesar Rp 477,59 miliar tidak diwajibkan melakukan penawaran tender (tender offer) wajib.

7. JP Morgan Angkat Bicara soal Kongsi Vivendi dengan Hary Tanoe

JP Morgan menyebutkan masuknya Vivendi SA sebagai investor baru di perusahaan media milik Hary Tanoesodibjo akan dapat mengerek rating perusahaan. Menurut analisis jika dana tersebut digunakan untuk melakukan pembayaran sejumlah utang perusahaan.

Hingga 2021 PT MNC Investama Tbk (BHIT) memiliki obligasi jatuh tempo senilai US$ 231 juta (Rp 3,23 triliun, asumsi kurs Rp 14.000/US$). Nah, masuknya Vivendi diperkirakan akan menyuntikkan dana sekitar US$ 400 juta. (prm)

No Responses

Leave a Reply