Berbagai Cara Memperkenalkan Literasi Kepada Anak Didik

 Pendidikan

Bangka Belitung – Banyak cara mengajak peserta didik untuk dapat belajar literasi. Sebagai misal cafe, warung kopi dan masih banyak pagi. Jadi literasi tidak hanya terfokus pada perpustakaan semata melainkan, ditempat-tempat lain juga bisa.

Hal tersebut pernah dilakukan di Bangka Belitung yaitu literasi lewat media warung kopi. Warung kopi (warkop) di Provinsi Bangka Belitung (Babel) menjamur.

Namun, warkop yang biasanya menjadi tempat nongkrong kaum bapak itu kini mulai bergeser.

Warkop-warkop di Babel kini justru didominasi kaum milenial. Namun, kehadiran mereka hanya untuk bermain gim berjam-jam.

Berangkat dari rasa keperihatianan itu, Komunitas Literasi Provinsi Babel tertarik memulai gerakan untuk meningkatkan minat baca generasi muda di warung kopi agar membuat mereka lebih berwawasan.

“Kita kan tahu di Babel ini banyak warung kopi, makanya kita tergerak untuk menghadirkan literasi pojok warung kopi agar dapat menambah wawasan,” kata Ketua Literasi Babel, Feryandi.

Untuk reading corner warkop tahap pertama, lanjutnya, baru diadakan di Warkop Amin di Jalan MH Muhidin Pangkalpinang dengan menyediakan 268 judul buku.
Semua buku tersebut merupakan buku-buku donasi masyarakat yang peduli literasi Babel.

“Target kami ada 20 reading corner. Nanti kami akan buatkan sudut baca, seperti perpustakaan mini yang mengedepankan kebutuhan remaja, seperti di bank, pusat perbelanjaan, ruang tunggu bandara, dan beberapa hotel juga sudah siap untuk membangun ini,” tambahnya.

Lukman, salah satu pengunjung warkop, mengatakan adanya pojok baca sangat baik karena akan menambah ilmu dan wawasan pengunjung warkop itu sendiri.

“Mudah-mudahan dengan adanya pojok baca ini akan menarik minat baca kaum muda,” katanya.

Amin, sang pemilik warkop, mengatakan pojok baca itu tepat sekali karena pengunjung akan semakin tertarik. “Selama ini kan tidak ada yang mau mereka baca,tapi dengan adanya pojok baca akan semakin menjadi daya tarik pengunjung,” ujar Amin.

Gagasan dan terobosan yang dilakukan Komunitas Literasi Babel itu sangat diapresiasi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy. Ia melihat buku-buku yang disediakan komunitas di sudut baca warkop itu cukup baik, bahkan merupakan buku bacaan tingkat tinggi.

“Gerakan ini luar biasa, bisa dicontoh orang lain. Memang upaya peningkatan minat baca tak hanya dilakukan pemerintah, tapi masyarakat juga harus memelopori,” kata Mendikbud dalam peresmian reading corner Warkop Amin, kemarin.

No Responses

Leave a Reply