Awali Tugas, Pangkoarmada I Laksanakan Entry Briefing Jajaran Melalui Vicon

 TNI/Polri
[otw_is sidebar=otw-sidebar-6]


Jakarta- Mengawali tugas sebagai Pangkoarmada I dalam situasi pandemi Covid-19, Laksamana Muda TNI Ahmadi Heri Purwono SE MM, menggelar entry briefing jajaran Lantamal, Lanal, Guspurla, dan Guskamla Koarmada I melalui video conference di GOR O.B. Syaaf Mako Koarmada I, Jalan Gunung Sahari No. 67, Jakarta Pusat, Rabu (3/6).

Pangkoarmada I menyampaikan, bahwa Tupoksi Koarmada sebagai Komando Utama Pembinaan dan Operasional, memerlukan sumber daya manusia yang kompeten sehingga pola pembinaan dan operasi yang sudah ada dipertahankan dan ditingkatkan untuk mewujudkan kesiapan operasional yang tinggi, alutsista moderen sesuai dengan kebutuhan operasi dan personel kompeten yang sesuai secara komposisi, kualifikasi dan jumlahnya untuk mengawaki alutsista.

Saat ini, fokus perhatian dunia tertuju pada dua hal utama yaitu eskalasi friksi di Laut Natuna Utara antara China dan US dan sekutunya dimana Laut Natuna Utara merupakan AoR (Area of Operation) Koarmada I, dan pencegahan penyebaran Virus-19 dimana beberapa kota di wilayah Koarmada I adalah epicentrum penyebaran virus ini.

Pada kesempatan tersebut, Pangkoarmada I juga menyampaikan pembahasan bidang Inspektorat, bidang perencanaan dan anggaran, bidang bidang intelijen, bidang operasi dan latihan, bidang personel, bidang logistik, dan bidang potensi maritim.

Untuk jajaran Lantamal dan Lanal wilayah kerja Koarmada I, Pangkoarmada I berpesan agar laksanakan dukungan sebaik-baiknya kepada unsur-unsur TNI AL yang sedang melaksanakan tugas operasi di daerah tersebut, laksanakan pembinaan potensi maritim, laksanakan pengamanan terbatas sesuai kemampuan, dan tingkatkan fungsi intelijen pangkalan untuk mendukung operasi.

Pangkoarmada I juga menghimbau kepada Satuan Guskamla dan Guspurla Koarmada I agar optimalkan operasi untuk menjawab tugas pokok Koarmada I secara sempurna dalam bentuk menggelar Sistem Senjata Armada Terpadu (SSAT), harus mampu menggelar unsur secara optimal sehingga tidak ada celah kekosongan unsur pada daerah rawan strategis, jabarkan Minimum Essential Force (MEF) dalam gelar kekuatan sehingga tidak terjadi tumpah tindih gelar kekuatan, wilayah kerja Koarmada I mengcover perairan yang menjadi strategic point bagi jalur internasional, serta koordinasi dan sinkronisasi dengan sesama instansi militer maupun sipil dan negara tetangga.(Putra).

[otw_is sidebar=otw-sidebar-7]

Related Post

    No internet connection No internet connection

No Responses

Leave a Reply