Abdul Kadir Karding Terus Panjatkan Rasa Syukur Atas Kemenangan Jokowi-Ma’ruf

 Politik

Wakil TKN Jokowi-Ma’ruf Abdul Kardi Karding saat jumpa pers syukuran Kemenangan Jokowi-Ma’ruf di Dim Sum Festival Kemang Jakarta, Selasa (23/4).

Jakarta- Rasa syukur Tim Kemenangan Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf terus dipanjatkan kepada Allah SWT atas kemenangan Capres dan Cawapres Nomor urut 01, di penghitungan KPU sementara.

Demikian dikatakan Wakil TKN Jokowi-Ma’ruf Abdul Kadir Karding saat jumpa pers pada acara Syukuran Kemenangan Jokowi-Ma’ruf di penghitungan KPU sementara di Dim Sum Festival Kemang Jakarta, Selasa (23/4).

Menurut Kadir, Pasangan Calon (Paslon) Presiden dan Wakil Presiden Nomer urut 01 Ir H Joko Widodo-KH Ma’ruf Amin untuk sementara telah mengungguli suara terbanyak real count versi Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebesar 55, 18%, sedangkan untuk Paslon nomer urut 02, H Prabowo Subianto- H Sandiaga Uno mendapatkan suara 44, 82%. Mudah-mudahan angka suara untuk Jokowi-Ma’ruf bertahan hingga penghitungan suara KPU mencapai 100%, kata anggota DPR RI Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (F-PKB).

Disamping rasa syukur, Kadir juga turut berduka atas meninggalnya petugas dari KPU, mereka bekerja semaksimal mungkin untuk keamanan penghitungan suara baik suara Pemilihan Presiden (Pilpres) maupun Pemilihan Legislatif (Pileg), dimana suara tersebut harus dihitung secara serentak. tentunya itu harus bekerja semaksimal mungkin.

“Oleh karena itu, saya berharap Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 nanti, Pilpres dan Pileg harus dipisah atau kembali ke Pemilu sebelumnya. Yaitu Pemilihan Legislatif terlebih dahulu, kemudian baru diadakan Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden,” harap Kadir.

Menurut Kadir, dirinya melihat problem pada penggabungan Pemilu Legislatif dan Presiden, memiliki dampak teknis dan dampak substansi.

Soal adanya petugas KPPS dan petugas perlindungan masyarakat (Linmas) yang menjadi sakit dan bahkan meninggal dunia, karena lamanya waktu bekerja, yakni menyiapkan TPS, menjaga TPS pada saat pemberian hak suara, hingga penghitungan suara, membutuhkan waktu sangat lama, sehingga kelelahan, urai Abdul Kadir Karding.

Persoalannya, kata dia, karena terlalu banyaknya pilihan yang disodorkan kepada pemilih dalam waktu yang sama, sehingga diperlukan waktu yang lama untuk menghitung perolehan suara, katanya.

Hadir dalam acara tersebut, diantara Budi Karya Sumadi, Yenni Wahid, Prasetyo Edi Marsudi, dan para relawan Jokowi-Ma’ruf, serta dimeriahkan oleh Artis religius Hadad Alwi.(Putra).

No Responses

Leave a Reply